"ini saya copy dari tugas makalah penilaian saham dan obligasi saya"
2.1 PENGERTIAN SAHAM DAN OBLIGASI
Ø saham adalah surat-surat berharga yang
diperdagangkan di pasar modal atau sering disebut efek atau sekuritas. Saham
juga dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan
dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.
Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.
Ø Obligasi
adalah sekuritas yang menunjukan utang perusahaan yang mengeluarkan obligasi
tersebut. Obligasi termasuk utang jangka jangka panjang yaitu utang yang jangka
waktu penembaliannya lebih dari satu tahun. Obligasi punya nilai nominal/ par
yaitu nilai yang tertera pada kertas obligasi tersebut sampai jatuh tempo, pada
tanggal tesebut, nilai par obligasi harus dilunasi.
2.2 PENILAIAN SAHAM
Tujuan penilaian saham
*
Saham adalah aset finansial yang dapat dijadikan
investasi
Penilaian saham dilakukan untuk
menentukan apakah saham yangg akan dibeli/ jual akan memberikan tingkat return
yang sesuai dengan tingkat return yang diharapkan.
Pendekatan Dalam Penilaian Saham
- arus kas investasi saham
Yaitu perkiraan deviden kas pada
waktu yang diinginkan dengan prediksi harga.
b. Pendekatan deviden dengan
pertumbuhan tetap.
yaitu, pembayaran deviden setiap
termnya selalu tetap
c. Pertumbuhan deviden yang tidak
tetap.
yaitu, pembayaran dividen kas dan
pertumbuhan deviden bersifat fluktuasi setiap waktunya.
d. Komponen
tingkat keuntungan yang disyaratkan
Yaitu besaran tingkat pengembalian
yang diinginkan dari suatu investasi
- Penilaian
Berdasarkan Arus Kas Investasi Saham
(1+r)
Keterangan :
P0 = nilai atau harga sekarang
saham
P1 = harga pada satu periode waktu
yang akan datang
D1 = dividen kas yang dibayarkan
pada akhir periode.
r = tingkat keuntungan yang disyaratkan pasar
atas investasi tersebut.
Dividen
dengan pertumbuhan konstan
- Rumus growing perpetuity:
(1+r) (1+r) (1+r)
- Rumus r > g
(r-g) (r-g)
- Pendekatan dividend growth model
r-g r-g
Contoh soal :
- PT. indosat membayarkan deviden kas baru
sebesar Rp. 5000 dan tingkat bunga yang disyaratkan sebesar 15%, dengan
tinggkat pertumbuhan deviden yang tetap sebesar 10%. Berapakah nilai saham
sekarang dan harga saham serta deviden pada tiga tahun kemudian ?
Penyelesaian :
- P0 = D0(1+g) / (r-g)
= Rp 5.000 x (1 + 0,10) / (0,15 -0,10)
=
Rp 5.000 x 1,1 / 0,5
= Rp 11.000
- D3= Rp 5.000 x (1 + 0,10)³
=Rp 5.000 x 1,331 = 6.655
- P3 = D3 x (1 + 0,10) / 0,15 – 0,10
= 6.655 x 1,1 / 0,5 = 14.641
B.
Pertumbuhan
Deviden yang Tidak Tetap
Rumus harga saham tahun ke n
Pn = D3 (1+g) / (r-g)
Rumus nilai
sekarang harga saham pada tahun ke n.
(1+r) (1+r) (1+r)
Contoh soal
Suatu saham diperkirakan akan
membayarkan deviden kas sebagai berikut :
Tahun
|
Deviden
yang di harapkan
|
1
|
Rp
500
|
2
|
Rp
1000
|
3
|
Rp
1500
|
Pada tahun ke 3 deviden yang di bayarkan mengalami tingkat
pertumbuhan yang tetap sebesar 10% pertahun, dan keuntungan yang disyaratkan
sebesar 15%, berapakah nilai saham tersebut saat ini? Dan nilai total saham
sebagai nilai nilai sekarang dari deviden pada tiga tahun pertama ditambah
dengan nilai sekarang harga saham pada tahun ke tiga.?
Penyelesaian :
P3 = D3 (1 + g) / ( r – g)
= 1500
x ( 1 + 0,10 ) / ( 0,15 – 0,10 )
= 1500
x 1,1 / 0,5
=
3300
(1 + r )¹ (1 + r )² (1 + r )³ (1 + r )³
(1 + 0,15 )¹ (1 +
0,15 )² (1
+ 0,15 )³ (1 + 0,15 )³
= 4.346,99
D. Komponen Tingkat Keuntungan Yang di
Syaratkan
Rumus
r
= D1 / P0 + g
Contoh soal :
1. Berapa tingkat
pengembalian yang diharapkan dari saham yang akan memberikan deviden sebesar Rp.2.000,- dan harga pasar saham tersebut Rp.20.000,-
dan deviden mempunyai tingkat pertumbuhan
sebesar 6% pertahun
?
20.000
= 0,1 +
0,06
= 0,16
= 16%
= 0,16
= 16%
2.3 PENILAIAN OBLIGASI
Nilai Obligasi dan Yields
Nilai obligasi yang dimaksud adalah
besaran nilai yang dimiliki oleh sebuah obligasi yang mampu memberikan
pendapatan pada masa yang akan datang.
Sedangkan yield atau yield to maturity
dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang ditawarkan oleh pasar untuk
membeli sebuah aset keuangan (tidak hanya terbatas pada obligasi semata) dengan
tujuan untuk menukar uang saat ini dengan uang di masa yang akan datang.
Rumus perhitungan Nilai obligasi
r (1+r)t (1+r)t
Keterangan :
F : nilai nominal obligasi
C : kupon yang dibayarkan setiap
periode
t : waktu sampai dengan jatuh tempo
r : suku bunga di pasar
Contoh soal :
PT XL menerbitkan sebuah obligasi
dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun, dengan nominal 10.000.000, kupon yang
dibayarkan setiap tahun rp. 500.000, dan bunga pasar besarannya sama dengan
coupon rate yaitu 10%. Maka nilai obligasi tersebut adalah :
Nilai sekarang dari nominal obligasi
= Rp 10.000.000 / (1,10)¹⁰
= Rp 10.000.000 / 2,5937
= 3.855.496
Nilai
sekarang Anuitas dari Kupon Obligasi
= 500.000 x { 1 – 1 / (1,10 ) } / 0,10
= 500.000 x { 1 – 1 / 2,5937 } / 0,10
= 500.000 x 6,145
= 3.072.500
Risiko
Suku Bunga
Risiko suku bunga yang timbul dari
obligasi diakibatkan dari fluktuasi suku bunga di pasar.
Sensitifitas harga obilgasi terhadap
suku bunga ditentukan oleh dua hal yaitu time to maturity dan besaran coupon
rate.
Contoh soal :
Suatu obligasi bernominal Rp.1000.000,
coupon rate 10%, dan jatuh tempo 1 tahun sampai dengan 30 tahun. Berapakah
perubahan nilai obligasi jika suku bunga di pasar mengalami perubahan?
Penyelesaian:
Suku
bunga
|
Periode
jatuh tempo
1
tahun 30 tahun
|
5
%
|
Rp 1.047.620 Rp 1.768.620
|
10
%
|
Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
|
15
%
|
Rp 956.520 Rp 671.700
|
20
%
|
Rp 916.670 Rp 502.110
|
Hubungan
Nilai Obligasi, Suku Bunga, dan Waktu Jatuh Tempo
Pendekatan Zero Coupon Bonds
Yaitu, obligasi yang tidak membayar
kupon sama sekali dan harus ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah dari
nilai nominalnya.
Contoh : perusahaan HOKI menerbitkan
zero coupon bond dengan nominal Rp.1.000.000 dengan umur 5 tahun. Harga awal
obligasi ditetapkan Rp.497.000, dengan kata lain berdasarkan harga tersebut,
bond yield maturity sebesar 15%.
Penyelesaian :
Biaya bunga untuk zero coupon bonds
Tahun
|
Nilai
Awal
|
Nilai
Akhir
|
Biaya
bunga implisit
|
Straight-line
interest expense
|
1
|
Rp 497.000
|
Rp 572.000
|
Rp 75.000
|
Rp 106.000
|
2
|
Rp 572.000
|
Rp 658.000
|
Rp 86.000
|
Rp 106.000
|
3
|
Rp 658.000
|
Rp 756.000
|
Rp 98.000
|
Rp 106.000
|
4
|
Rp 756.000
|
Rp 870.000
|
Rp 114.000
|
Rp 106.000
|
5
|
Rp 870.000
|
Rp 1.000.000
|
Rp 113.000
|
Rp 106.000
|
Total
|
Rp 503.000
|
Rp 503.000
|
2.4 Perencanaan dalam Investasi Saham
dan Obligasi
Perencanaan
Investasi Saham
Investasi
adalah penempatan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau
keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Investasi selalu memiliki dua
sisi, yaitu return dan risiko”. Dalam Berinvestasi berlaku hukum bahwa semakin
tinggi return yang ditawarkan maka semakin tinggi pula risiko yang harus
ditanggung investor. Investor bisa saja mengalami kerugian bahkan lebih dari
itu bisa kehilangan semua modalnya. Hal ini mungkin dapat menjelaskan mengapa
tidak semua investor mengalokasikan dananya pada semua instrumen investasi yang
menawarkan return yang tinggi.definisi lain mengenai investasi adalah penanaman
modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu
lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.
2.5 BERINVESTASI PADA SAHAM IHSG
Indeks Harga
Saham Gabungan (disingkat IHSG, Atau disebut juga Jakarta Composite Index,
JCI, atau JSX Composite) merupakan salah satu indeks pasar saham yang
digunakan oleh Bursa Efek Indonesia).Diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1
April 1983, sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI, Indeks ini
mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat
di BEI.
Sama halnya
dengan indeks saham lainnya nilai dari IHSG berfluktuasi, tergantung pada
kinerja perusahaan di dalamnya dan rekor nilai tertinggi yang pernah dicapai
oleh IHSG adalah 5.514 pada 6 maret 2015.
Pertanyaan yang muncul dalam investasi IHSG, yaitu,
Kapan Waktu
Yang Tepat Untuk Masuk Ketika Harga Saham Sedang Naik atau Turun ?
Jika
berinvestasi pada saat harga saham sedang turun suka digambarkan sebagai Catching
The Falling Knife , maka berinvestasi pada saat harga saham sedang naik
disebut sebagai Riding The Market Wave. Bagaimanapun juga, berinvestasi
ketika harga sedang naik selalu lebih menyenangkan jika dibandingkan ketika
harga sedang turun – paling tidak buat investor yang berorientasi jangka
pendek.
Catching The
Falling Knife hanya buat investor profesional dan punya mental
investasi jangka panjang.
Apakah ada
peluang berinvestasi pada saat sekarang, atau harga IHSG sudah terlalu tinggi ?
Apakah level
IHSG sekarang sudah tinggi?
Jawabannya
“tidak”
Per akhir
Februari 2015 IHSG bertengger di 5450. Pada tanggal 6 Maret 2015 IHSG kembali
mencapai rekor tertinggi dalam sejarah dengan ditutup pada level 5514. Apabila
tinggi adalah dibandingkan dengan harga sebelumnya dalam sejarah, memang bisa
dikatakan tinggi. Akan tetapi bagi seorang investor saham yang harus
mendasarkan segala keputusannya pada suatu hasil analisa, tinggi rendahnya IHSG
tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat angka berdasarkan data historis
semata.
Langkah Langkah Yang Perlu Dibuat Dalam
Menentukan Apakah Investasi Saham masih Menjanjikan.
- Melihat kenaikan IHSG selama
1 bulan (31 Januari – 28 Februari 2015) dan 2 Bulan (Dari 31 Desember 2014
– 28 Februari 2015).
- Membandingkan dengan
data-data historis, apakah kenaikan selama 2 bulan tersebut termasuk yang
tertinggi atau tidak.
- Melihat kinerja IHSG setelah
mengalami kenaikan jangka pendek.
2.6 INVESTASI DENGAN OBLIGASI
A. Risiko Harga
dan Gagal Bayar Obligasi
Dalam
prospektus reksa dana, terutama yang memiliki portofolio obligasi seperti
campuran, pendapatan tetap, pasar uang dan terproteksi, risiko gagal bayar
disebut juga risiko kredit. Dalam bahasa inggris disebut dengan default risk.
Gagal bayar bisa didefinisikan sebagai kegagalan suatu perusahaan untuk
membayar baik kupon dan atau pokok obligasinya. Umumnya risiko gagal bayar
lebih banyak dimiliki oleh perusahaan swasta, namun kejadian gagal bayar yunani
mengingatkan kita bahwa tidak ada satupun yang aman dari risiko tersebut.
B. Risiko
Fluktuasi Harga dan Metode Pengukurannya
Risiko pergerakan obligasi
agak berbeda dengan risiko pergerakan yang terjadi pada saham. Perbedaan utama
adalah bahwa obligasi memiliki waktu jatuh tempo sedangkan saham tidak. Efek
dari hal tersebut adalah seberapa liarpun pergerakan harga obligasi, jika tidak
terjadi gagal bayar, maka obligasi akan kembali pada harga nominalnya.
Sementara karena saham tidak memiliki waktu jatuh tempo, harga bisa bergerak liar
tidak terkendali. Bisa mencapai harga terendah yang diperbolehkan yaitu Rp 50
dan tidak kembali ke harga semula kita beli atau harga IPO. Jadi serugi-ruginya
obligasi, tidak akan lebih rugi dari saham
