PERCAYALAH PADA TINDAKAN ANDA BUKAN PADA KEBERUNTUNGAN ANDA
Powered By Blogger

Senin, 20 April 2015

PENILAIAN SAHAM DAN OBLIGASI

"ini saya copy dari tugas makalah penilaian saham dan obligasi saya"

2.1 PENGERTIAN SAHAM DAN OBLIGASI
Ø   saham adalah surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal atau sering disebut efek atau sekuritas. Saham juga dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.
Ø  Obligasi adalah sekuritas yang menunjukan utang perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut. Obligasi termasuk utang jangka jangka panjang yaitu utang yang jangka waktu penembaliannya lebih dari satu tahun. Obligasi punya nilai nominal/ par yaitu nilai yang tertera pada kertas obligasi tersebut sampai jatuh tempo, pada tanggal tesebut, nilai par obligasi harus dilunasi.

2.2 PENILAIAN SAHAM
Tujuan penilaian saham
*        Saham adalah aset finansial yang dapat dijadikan investasi
Penilaian saham dilakukan untuk menentukan apakah saham yangg akan dibeli/ jual akan memberikan tingkat return yang sesuai dengan tingkat return yang diharapkan.

Pendekatan Dalam Penilaian Saham
  1. arus kas investasi saham
Yaitu perkiraan deviden kas pada waktu yang diinginkan dengan prediksi harga.
b. Pendekatan deviden dengan pertumbuhan tetap.
yaitu, pembayaran deviden setiap termnya selalu tetap
c. Pertumbuhan deviden yang tidak tetap.
yaitu, pembayaran dividen kas dan pertumbuhan deviden bersifat fluktuasi setiap waktunya.
d. Komponen tingkat keuntungan yang disyaratkan
Yaitu besaran tingkat pengembalian yang diinginkan dari suatu investasi



  1. Penilaian Berdasarkan Arus Kas Investasi Saham
Rumus :  P0 =      (D1+P1)
                             (1+r)
Keterangan :
P0 = nilai atau harga sekarang saham
P1 = harga pada satu periode waktu yang akan    datang
D1 = dividen kas yang dibayarkan pada akhir periode.
r    = tingkat keuntungan yang disyaratkan pasar atas investasi tersebut.

Dividen dengan pertumbuhan konstan
  • Rumus growing perpetuity:
P0 =     D1            +            D2            +        Dn
           (1+r)                   (1+r)                    (1+r)

  • Rumus r > g
P0  =      D0 (1+g)        =        D1
                 (r-g)                      (r-g)                  

  • Pendekatan dividend growth model
Pt   =     Dt x (1+g)      =        Dt+1
                 r-g                          r-g               
Contoh soal :
  1. PT. indosat membayarkan deviden kas baru sebesar Rp. 5000 dan tingkat bunga yang disyaratkan sebesar 15%, dengan tinggkat pertumbuhan deviden yang tetap sebesar 10%. Berapakah nilai saham sekarang dan harga saham serta deviden pada tiga tahun kemudian ?




Penyelesaian :
  • P0 = D0(1+g) / (r-g)
        = Rp 5.000 x (1 + 0,10) / (0,15 -0,10)
        = Rp 5.000 x 1,1 / 0,5
        = Rp 11.000

  • D3= Rp 5.000 x (1 + 0,10)³
        =Rp 5.000 x 1,331 = 6.655

  • P3 = D3 x (1 + 0,10) / 0,15 – 0,10
         = 6.655 x 1,1 / 0,5 = 14.641

B.     Pertumbuhan Deviden yang Tidak Tetap

Rumus  harga saham tahun ke n

Pn = D3 (1+g) / (r-g)

Rumus nilai sekarang harga saham pada tahun ke n.

P0   =        D1             +           D2             +    ………     +       Dn
                             (1+r)                     (1+r)                                           (1+r)
Contoh soal
Suatu saham diperkirakan akan membayarkan deviden kas sebagai berikut :
Tahun
Deviden yang di harapkan
1
        Rp   500
2
        Rp   1000
3
        Rp    1500
Pada tahun ke 3 deviden yang di bayarkan mengalami tingkat pertumbuhan yang tetap sebesar 10% pertahun, dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 15%, berapakah nilai saham tersebut saat ini? Dan nilai total saham sebagai nilai nilai sekarang dari deviden pada tiga tahun pertama ditambah dengan nilai sekarang harga saham pada tahun ke tiga.?


Penyelesaian :
P3  =   D3 (1 + g) / ( r – g)
       =   1500 x ( 1 + 0,10 ) / ( 0,15 – 0,10 )
       =   1500 x 1,1 / 0,5
       =      3300

P0   =       D1              +          D2          +          D3          +          P3            
               (1 + r )¹            (1 + r )²             (1 + r )³            (1 + r )³
   
     =       500             +         1000        +        1500         +        3300                                         
         (1 + 0,15 )¹         (1 + 0,15 )²        (1 + 0,15 )³        (1 + 0,15 )³
   
    =     4.346,99



D. Komponen Tingkat Keuntungan Yang di Syaratkan
Rumus
r  = D1 / P0 + g
Contoh soal :
1.       Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham yang akan memberikan deviden sebesar Rp.2.000,- dan harga pasar saham tersebut Rp.20.000,- dan deviden mempunyai tingkat pertumbuhan sebesar 6% pertahun ?

        i  =     2.000               0,06
                             20.000          
                      = 0,1   +  0,06
         
            = 0,16   
        
             = 16%

2.3 PENILAIAN OBLIGASI

Nilai Obligasi dan Yields
Nilai obligasi yang dimaksud adalah besaran nilai yang dimiliki oleh sebuah obligasi yang mampu memberikan pendapatan pada masa yang akan datang.
Sedangkan yield atau yield to maturity dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang ditawarkan oleh pasar untuk membeli sebuah aset keuangan (tidak hanya terbatas pada obligasi semata) dengan tujuan untuk menukar uang saat ini dengan uang di masa yang akan datang.

Rumus perhitungan Nilai obligasi                                                                       
Nilai Obligasi   =   C  x   1        1  _       1                      +         F                                                  
                                        r                (1+r)t                         (1+r)t
Keterangan :
F : nilai nominal obligasi
C : kupon yang dibayarkan setiap periode
t : waktu sampai dengan jatuh tempo
r : suku bunga di pasar

Contoh soal :
PT XL menerbitkan sebuah obligasi dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun, dengan nominal 10.000.000, kupon yang dibayarkan setiap tahun rp. 500.000, dan bunga pasar besarannya sama dengan coupon rate yaitu 10%. Maka nilai obligasi tersebut adalah :
Nilai sekarang dari nominal obligasi
= Rp 10.000.000 / (1,10)¹
= Rp 10.000.000 / 2,5937
= 3.855.496

Nilai sekarang Anuitas dari Kupon Obligasi
= 500.000 x { 1 – 1 / (1,10 ) } / 0,10
= 500.000 x { 1 – 1 / 2,5937 } / 0,10
= 500.000 x 6,145
= 3.072.500

Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga yang timbul dari obligasi diakibatkan dari fluktuasi suku bunga di pasar.
Sensitifitas harga obilgasi terhadap suku bunga ditentukan oleh dua hal yaitu time to maturity dan besaran coupon rate.
Contoh soal :
Suatu obligasi bernominal Rp.1000.000, coupon rate 10%, dan jatuh tempo 1 tahun sampai dengan 30 tahun. Berapakah perubahan nilai obligasi jika suku bunga di pasar mengalami perubahan?
Penyelesaian:
Suku bunga
Periode jatuh tempo
1 tahun                                  30 tahun      
5 %
Rp   1.047.620                       Rp 1.768.620
10 %
Rp    1.000.000                      Rp  1.000.000       
15 %
Rp    956.520                         Rp   671.700   
20 %
Rp    916.670                         Rp   502.110


Hubungan Nilai Obligasi, Suku Bunga, dan Waktu Jatuh Tempo






Pendekatan Zero Coupon Bonds
Yaitu, obligasi yang tidak membayar kupon sama sekali dan harus ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah dari nilai nominalnya.
Contoh : perusahaan HOKI menerbitkan zero coupon bond dengan nominal Rp.1.000.000 dengan umur 5 tahun. Harga awal obligasi ditetapkan Rp.497.000, dengan kata lain berdasarkan harga tersebut, bond yield maturity sebesar 15%.
Penyelesaian :


Biaya bunga untuk zero coupon bonds
Tahun
Nilai Awal
Nilai Akhir
Biaya bunga implisit
Straight-line interest expense
1
Rp  497.000
Rp  572.000
Rp   75.000
Rp  106.000
2
Rp  572.000
Rp  658.000
Rp   86.000
Rp  106.000
3
Rp  658.000
Rp  756.000
Rp   98.000
Rp  106.000
4
Rp  756.000
Rp  870.000
Rp  114.000
Rp  106.000
5
Rp  870.000
Rp  1.000.000
Rp  113.000
Rp  106.000
Total


Rp  503.000
Rp  503.000




2.4 Perencanaan dalam Investasi Saham dan Obligasi

Perencanaan Investasi Saham
Investasi adalah penempatan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Investasi selalu memiliki dua sisi, yaitu return dan risiko”. Dalam Berinvestasi berlaku hukum bahwa semakin tinggi return yang ditawarkan maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung investor. Investor bisa saja mengalami kerugian bahkan lebih dari itu bisa kehilangan semua modalnya. Hal ini mungkin dapat menjelaskan mengapa tidak semua investor mengalokasikan dananya pada semua instrumen investasi yang menawarkan return yang tinggi.definisi lain mengenai investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.


2.5 BERINVESTASI PADA SAHAM IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (disingkat IHSG, Atau disebut juga Jakarta Composite Index, JCI, atau JSX Composite) merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia).Diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1 April 1983, sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI, Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI.
Sama halnya dengan indeks saham lainnya nilai dari IHSG berfluktuasi, tergantung pada kinerja perusahaan di dalamnya dan rekor nilai tertinggi yang pernah dicapai oleh IHSG adalah 5.514 pada 6 maret 2015.
Pertanyaan  yang muncul dalam investasi IHSG, yaitu,
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Masuk Ketika Harga Saham Sedang Naik atau Turun ?
Jika berinvestasi pada saat harga saham sedang turun suka digambarkan sebagai Catching The Falling Knife , maka berinvestasi pada saat harga saham sedang naik disebut sebagai Riding The Market Wave. Bagaimanapun juga, berinvestasi ketika harga sedang naik selalu lebih menyenangkan jika dibandingkan ketika harga sedang turun – paling tidak buat investor yang berorientasi jangka pendek.
Catching The Falling Knife hanya buat investor profesional dan punya mental investasi jangka panjang.
Apakah ada peluang berinvestasi pada saat sekarang, atau harga IHSG sudah terlalu tinggi ?
Apakah level IHSG sekarang sudah tinggi?
Jawabannya “tidak”
Per akhir Februari 2015 IHSG bertengger di 5450. Pada tanggal 6 Maret 2015 IHSG kembali mencapai rekor tertinggi dalam sejarah dengan ditutup pada level 5514. Apabila tinggi adalah dibandingkan dengan harga sebelumnya dalam sejarah, memang bisa dikatakan tinggi. Akan tetapi bagi seorang investor saham yang harus mendasarkan segala keputusannya pada suatu hasil analisa, tinggi rendahnya IHSG tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat angka berdasarkan data historis semata.


Langkah Langkah Yang Perlu Dibuat Dalam Menentukan Apakah Investasi Saham masih Menjanjikan.
  1. Melihat kenaikan IHSG selama 1 bulan (31 Januari – 28 Februari 2015) dan 2 Bulan (Dari 31 Desember 2014 – 28 Februari 2015).
  2. Membandingkan dengan data-data historis, apakah kenaikan selama 2 bulan tersebut termasuk yang tertinggi atau tidak.
  3. Melihat kinerja IHSG setelah mengalami kenaikan jangka pendek.


2.6 INVESTASI DENGAN OBLIGASI

A.      Risiko Harga dan Gagal Bayar Obligasi
Dalam prospektus reksa dana, terutama yang memiliki portofolio obligasi seperti campuran, pendapatan tetap, pasar uang dan terproteksi, risiko gagal bayar disebut juga risiko kredit. Dalam bahasa inggris disebut dengan default risk. Gagal bayar bisa didefinisikan sebagai kegagalan suatu perusahaan untuk membayar baik kupon dan atau pokok obligasinya. Umumnya risiko gagal bayar lebih banyak dimiliki oleh perusahaan swasta, namun kejadian gagal bayar yunani mengingatkan kita bahwa tidak ada satupun yang aman dari risiko tersebut.
B.      Risiko Fluktuasi Harga dan Metode Pengukurannya
Risiko pergerakan obligasi agak berbeda dengan risiko pergerakan yang terjadi pada saham. Perbedaan utama adalah bahwa obligasi memiliki waktu jatuh tempo sedangkan saham tidak. Efek dari hal tersebut adalah seberapa liarpun pergerakan harga obligasi, jika tidak terjadi gagal bayar, maka obligasi akan kembali pada harga nominalnya. Sementara karena saham tidak memiliki waktu jatuh tempo, harga bisa bergerak liar tidak terkendali. Bisa mencapai harga terendah yang diperbolehkan yaitu Rp 50 dan tidak kembali ke harga semula kita beli atau harga IPO. Jadi serugi-ruginya obligasi, tidak akan lebih rugi dari saham